PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus berupaya melindungi masyarakat dari dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain intens melakukan upaya pemadaman, Pemprov Kalteng juga membagikan ribuan masker standar KN95 berikut vitamin kepada masyarakat. Upaya iniendapat dukungan penuh dari insan pers di wilayah setempat.
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalteng sebagai organisasi tertua dan terbesar, turut ambil bagian dalam kegiatan pembagian masker dan vitamin yang digelar Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan jajaran Pemprov Kalteng. Tampak hadir pula ratusan jurnalis dari berbagai organisasi wartawan dalam kegiatan yang dipusatkan di Bundaran Besar, Palangka Raya, Minggu (13/9/2026).
Keterlibatan PWI Kalteng dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian insan pers terhadap kondisi masyarakat yang berdampak luas terutama dari sisi kualitas udara akibat karhutla.

Masker berikut vitamin dibagikan kepada masyarakat sebagai langkah perlindungan di tengah kondisi udara yang terpapar asap bercampur debu. Tidak hanya masker dan vitamin, pemerintah juga memberikan tambahan berupa bubur kacang hijau serta sejumlah bantuan pendukung kesehatan lainnya.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengatakan, penanganan dampak karhutla tidak dapat dilakukan pemerintah seorang diri. Menurutnya, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, aparat, media, dan masyarakat.
“Hari ini pihak pemerintah melakukan kolaborasi bersama-sama membagikan masker sebagai kewajiban yang harus hadir. Selain masker, kita juga membagikan vitamin, bubur kacang hijau, dan vitamin lainnya untuk menjaga kesehatan,” ujar Agustiar, dikutip dari mmc kalteng.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengajak insan pers untuk merasakan dan memantau ruang kesehatan gratis di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya. (Foto: IST)
Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla dan dampaknya, terutama gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat paparan asap.
Menurutnya, perlindungan masyarakat tidak cukup hanya melalui pembagian masker dan vitamin. Pemerintah juga terus memperkuat pemenuhan kebutuhan dasar, terutama ketersediaan air bersih bagi warga yang terdampak.
“Pembagian masker, vitamin dan air bersih mulai kita tingkatkan. Air bersih kita sebar dan perluas ke berbagai desa dan daerah yang membutuhkan akses air,” jelasnya.
Sementara itu, keterlibatan PWI Kalteng bersama jajaran media dalam kegiatan pembagian masker menunjukkan bahwa penanganan dampak karhutla juga membutuhkan peran aktif insan pers.
“Aksi nyata pembagian masker dan vitamin ini membuktikan bahwa jurnalis Kalteng tidak hanya berdiri di balik meja redaksi atau lensa kamera, tetapi hadir langsung membersamai warga dan pemerintah memitigasi risiko kesehatan di lapangan akibat karhutla,” ujar Ketua PWI Kalteng M Zainal.
Selain menjalankan fungsi jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik, media dinilai dapat ikut mendorong kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan selama kabut asap melanda.
“Sinergi pers bersama pemerintah daerah dalam menghadapi kabut asap ini adalah bentuk tanggung jawab sosial moral, memastikan edukasi pencegahan karhutla tersampaikan secara humanis dan masif,” lanjut Zainal.
Penulis: Adinata
Editor: Zainal